ARAHAN DIREKTUR PEMBINAAN GTK PAUD DAN DIKMAS TAHUN 2017

Guru PAUD Nonformal yang berlatar belakang pendidikan SLTP dan SLTA masih tercatat 312.000 orang
dan yang sudah diberikan diklat berjenjang 125.906 orang, berarti masih terdapat sekitar 187.000 orang
yang harus dituntaskan selambat-lambatnya sampai akhir 2019 untuk diberikan Diklat guru PAUD
tersebut. Untuk menuntaskan guru-guru PAUD tersebut tidak mungkin bisa dilakukan jika hanya
mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat (APBN), oleh karena itu kepada seluruh jajaran Dinas
Pendidikan Kab/Kota, UPT PAUD dan Dikmas, serta masyarakat baik masyarakat luas maupun yang
terhimpun dalam organisasi pendidik PAUD untuk turut serta dalam melakukan pembinaan guru PAUD ini.
Sistem dan piranti lunaknya sudah disiapkan dalam melakukan pembinaan, dalam bentuk Diklat-diklat
dilengkapi berbagai modul/bahan ajar sehingga dipersilakan melakukan diklat-diklat tersebut, tapi harus
mengikuti sistem yang telah kami sediakan tersebut.
Disdik Kab/Kota turut serta berkontribusi dalam penyelenggaraan program guru pembelajar tersebut.
Ditjen GTK telah menyiapkan berbagai modul untuk kegiatan guru pembelajar.
Guru atau instruktur kursus dan pelatihan harus senantiasa ditingkatkan kompetensinya, mengingat
sesusai instruksi Presiden No. 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan
Bapak Mendikbud mengambil kebijakan memperluas cakupan Inpres itu menjadi Revitalisasi Pendidikan
Kejuruan dan Keterampilan. Sebagai konseksuensi logis bahwa kita saat ini sudah masuk pada era MEA
yang menuntut tersedianya SDM yang terampil dan profesional untuk memenangkan persaingan global
yang semakin ketat/tajam.
Pembinaan terhadap para Tutor, baik tutor keaksaraan dan kesetaraan paket A, B, dan C, terutama dalam
hal peningkatan kompetensinya. Mengingat jumlah masyarakat yang masih buta huruf masih sekitar 5
juta lebih, Karena kemajuan suatu bangsa akan diukur salah satunya pada indeks pendidikan warga
masyarakatnya. Sedangkan tutor kesetaraan masih perlu mendapat perhatian serius, mengingat sasaran
program paket A, dan terutama paket B dan C yang masih besar. Besarnya sasaran kesetaraan tersebut
sebagai dampak masih banyaknya anak SD-SLTA yang drop out dan yang lulus terpaksa tidak melanjutkan
ke jenjang yang lebih tinggi karena berbagai alasan yang dihadapi. Oleh karena itu saya sangat berharap
kepada seluruh Dinas Pendidikan Kab/Kota, UPT dan segenap organisasi kemasyarakatan yang relevan,
mari bersama-sama untuk melakukan pembinaan secara sungguh-sungguh, sistematis dan berkelanjutan
terhadap para tutor tersebut.
Penilik dan Pamong Belajar agar senantiasa mendapat pembinaan baik berkaitan dengan
peningkatan kompetensi dan karirnya, sehingga mereka betul-betul dapat melakukan fungsinya
dalam melakukan pembinaan terhadap satuan dan program pendidik anak usia dini dan pendidik
masyarakat.
Apresiasi bagi GTK PAUD dan Dikmas berprestasi yang telah diselenggarakan sejak tahun 2007
sampai dengan 2016 akan tetap dilakukan. Tetapi pola seleksinya melalui kegiatan lomba akan
berubah yaitu kalau selama ini seleksinya berbasis di Dinas Pendidikan Provinsi, maka tahun 2017
dan seterusnya seleksinya didasari hasil Dinas Pendidikan Kab/Kota. Hal ini mengacu kepada UU
No. 23 tahun 2014 tentang pelimpahan kewenangan pembinaan pendidikan, yakni PAUD dan
Dikmas oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota. Oleh karena itu keterlibatan Dinas Pendidikan Kab/Kota
terutama dalam hal seleksi dan pengiriman nominasi-nominasi ke tingkat nasional melalui Dinas
Pendidikan Provinsi.
Data GTK DIKMAS belum terupdate secara sistematis, khususnya Guru KB/TPA/SPA, Pamong
Belajar, Penilik, Instruktur kursus, Tutor A/B/C, Tutor Kesetaraan dan Keaksaraan. Penerbitan
atau peng”aktif’an kembali NUPTK kepada Guru dan Tendik PAUD Non Formal dan Dikmas.

ARAHAN DIREKTUR PEMBINAAN GTK PAUD DAN DIKMAS 2017