Praktek belajar membuat Casting di Omah Bocah

Sabtu 15 0ktober 2016, jam 09.00 WIB pagi Guru guru PAUD se Kecamatan Borobudur berkumpul di  PAUD Omah Bocah Borobudur milik Ir.Girika Gajatri. Selain mengadakan kegiatan rutin evaluasi dan pembenahan Administratif, kali ini ada tambahan jadwal agenda praktek belajar membuat Casting ( Cetakan ) dari Gypsum Cair untuk mencetak Clay/tanah liat dengan instruktur Ir.Priyo Pr dari Owner Omah Sawah Borobudur yang memberikan pelatihan gratis sebagai dedikasi pada kepedulian edukasi yang berbasis kompetensi pada lingkungan yang lebih termarginalkan, serta memanfatkan kekayaan materi yang berbasis dari bahan sentra alam dan Cair yang ramah lingkungan.

Nampak antusias berbekal ember plastik  kecil yang di bawa peserta dari rumah yang nantinya difungsikan untuk mencampur media Gifsum dengan komposisi  air, layaknya seperti membuat adonan tepung roti dari gandum. Langkah pertama tutorial dari awal adalah membuat master objek  yang dikehendaki,mulai dari bentuk ikonigrafi binatang ( ikan ),buah ( apel )dan  alat transportasi ( mobil ) yang keseluruhan obyek dibentuk dari tanah liat basah, setelah selesai baru di bingkai dengan penyekat foam, lalu kemudian dituangkan adonan Gimsumnya yang telah tereduksi air dan tunggu beberapa saat cetakan negatif dari gifsum  hingga mengering di bawah terik panas Matahari, langkah akhir tinggal melepaskan sekat foam dan tanah liat selesailah sudah hasil Casting yang di kehendaki.

Dalam Hal membentuk obyek sebaga pembekalan materi dalam berkarya, Priyo PR atau yang sering akrab dipanggil dengan Kak Yoyo   selaku penyampai materi narasumber sealu menekankan pada tiga hal dalam unsur  kajian kegiatan diantaranya, pertemuan rutin HIMPAUDI Kec Borobudur, yaitu dengan menekankan pada POLA  EDUKATIF, POLA REKREATIF DAN POLA KONSERVATIF . Selebihnya adalah menumbuhkan esensi kepekaan rasa dan kecintaan didalan proses belajar dan mengajar sebagai sarana evaluasi dan silaturahmi dalam mengemban tugas dan tanggung jawab didalam menjaga koridor mutu pendidikan dan pembelajaran untuk menghantarkan anak didik agar dapat mandiri dengan berbekal  terapan kualitas,kreatifitas. Jadi menjadi Guru Paud tidak sekedar terjebak dalam rutinas berangkat dan pulang dan menghabiskan umur dalam monotonitas bekerja tanpa dibekali dengan rasa cinta dan ketulusan, atau hanya sekedar mengisi kesibukan, pola terapan yang seperti itu akan kehilangan grooming art performa sekaligus kharisma pendidik.” BEKERJA DENGAN HATI”  waktu terus akan berjalan sebagai bentuk jasa pengabdian tanpa pamrih dalam menjalani hidup dengan penuh ketulusan sekaligus sebagai sarana ibadah untuk menjaga amanah.

Adapun TIGA POLA dasar yang perlu dipahami secara mendasar adalah :

Pola Edukatif : sangat erat kaitanya dengan perencanaan dan metoda silabus pedagogik pembelajaran dengan inovasi yang kreatif dan menyegarkan untuk terapan pada dunia imajinatif anak. Jadi tidak terjebak dalam kurikulum praktis yang belum tentu sesuai dengan karakter lokal kedaerahan satu sama daerah lainya.

Pola Rekreatif: sangat erat kaitanya menstimulan stigma pemikiran dalam membuat agenda kegiatan harus banyak ketergantungan dengan fasilitas instansi,institusi dan kedinasan terkait, langkah inovasi terobosan kreatif adalah bisa memanfaatkan lingkungan, pekarangan atau tempat/view yang bersinergi dengan alam sekitar, semisal bisa bersinergi dengan , Rumah Seni, Sanggar Seni dan Budaya,Pendopo,Padepokan,selasar ataupun di areal pedestrian persawahan yang memiliki kontur terapan ruang publik. Keuntunganya lebih menggugah pemikiran serta merangsang ide ide kreatif yang lebih cemerlang karena berinteraksi dengan praktisi dan budayawan pelaku kreasi seni yang tidak dibatasi dengan sekat dan ruang untuk bermediasi.

Pola Konservatif : erat kaitanya dengan ikut peduli menjaga pelestarian alam lingkungan di sekitar kita, semisal di dalam membuat agenda pelatihan kegiatan tidak banyak mengeksplorasi bahan alam yang dapat mengakibatkan kerusakan alam lingkungan. Jadi banyak alternatif bahan yang ramah linkungan dan tidak membahayakan pada kadar pencemaran lingkungan, semisal tidak memilih bahan yang berkadar dengan senyawa zat kimia ( Toxic materials ) seperti resin,fiber, silikon dll. Masih banyak bahan yang murah dan aman yang ada disekitar kita yang bisa dijadikan alat peraga, semisal ,Tanah Liat ( Clay Art) ,Biji bijian ( Grains Art),daun kering( Herbarium Art), pecahan genting ( Mozaica Art), kerikil ( Stone Art ) dll. Selain murah, terjangkau, mudah didapat juga lebih mudah diaplikasikan dengan modul terapan lingkungan yang sederhana namun memiliki karakter yang mendidik.

Ketua HIMPAUDI Kecamatan Borobudur, Tri Puji Rahayu berharap agar kegiatan pembelajaran seperti ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pembekalan aplikasi dan eksplorasi pada kemampuan kreatifitas anak didik yang ada diPAUD, selain dapat mengenal sekaligus familiar dgn tekstur tanah liat juga dapat mengembangkan Pola Imajiner anak pada analogika mengenal  bidang, bentuk serta ukuran yg berkaitan dengan besar dan kecilnya benda yang dibentuk dan sesuai yang apa di kehendaki dalam konsep perencanaanya.

Ada sekitar 50 orang peserta dari diantara 20 lembaga yang hadir dalam pelatihan yang deberikan secara Cuma Cuma oleh fasilitator PAUD Omah Bocah dan Owner Omah Sawah. Seperti yang diungkapakan  Handayani dari PAUD  Kartini Candirejo dan Yanti Toifah dari PAUD Roudlotuththolibin Candirejo  “mengucapkan banyak berterima kasih di dalam pelatihan seperti ini, peserta dapat pembekalan dari segi mutu dan kualitas materi untuk berkarya sebagai salah satu kreatifitas metoda penyampaian guru kepada anak anak didiknya.”  Prosesi membuat casting memakan waktu sekitar empat jam dan usai penutupan ada suguhan kuliner lokal Oncom Borobudur yg berbahan ketela lokal dengan fermentasi tempe yang dimasak langsung  oleh Chef Isti & Ratmi Culinary di sekitar kebun PAUD Omah Bocah. Ir.Priyo Puji Raharjo.

About

View all posts by

Tinggalkan Balasan